Minggu, 05 Maret 2017

Bahasa Baku dan Tidak Baku

  A. Pengertian Bahasa Baku dan Tidak Baku
 
1.      Bahasa Baku
  Bahasa baku adalah bahasa yang cara pengucapannya atau penulisannya sesuai dengan kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang dibakukan terebut dapat berupa pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), tata bahasa baku, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan  kamus umum. 
Pendapat saya : Bahasa baku adalah bahasa penulisan dan pengucapannya sesuai dengan kaidah  yang telah ditetapkan .


B.  Pengertian Bahasa Tidak Baku
     Bahasa  tidak baku adalah ragam bahasa yang berkode berbeda dengan kode bahasa baku,    dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi. Ragam bahasa nonbaku dipakai pada situasi santai dengan keluarga, teman, di pasar, dan tulisan pribadi buku harian. Ragam bahasa nonbaku sama dengan bahasa tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam percakapan
Pendapat saya : Bahasa tidak baku adalah bahasa yang cara penulisan dan pembacaanya tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. bahasa ini biasanya sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
 
C.  Ciri-ciri Bahasa Baku dan Tidak Baku
     1. Ciri Bahasa Baku. 
                a. tidak terpengaruh bahasa daerah. 
                b. tidak dipengaruhi bahasa asing.
                c. bukan merupakan ragam bahasa percakapan sehari-hari. 
                d. pemakaian imbuhannya secara eksplisit. 
                e. pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat.   
                f. tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
    2. Ciri Bahasa Tidak Baku
           1.      walaupun terkesan berbeda dengan bahasa baku, tetapi memiliki arti yang sama.
                 2.      dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman.
                 3.      dapat terpengaruh oleh bahasa asing.
                 4.      digunakan pada situasi santai/tidak resmi.
      D. Pemakaian Bahasa Indonesia Baku dan Tidak Baku dengan Baik dan Benar
Bahasa Indonesia baku dan nonbaku mempunyai kode atau ciri bahasa dan fungsi pemakaian yang berbeda. Kode atau ciri dan fungsi setiap ragam bahasa itu saling berkait. Bahasa Indonesia baku berciri seragam, sedangkan ciri bahasa Indonesia nonbaku beragam. Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa yang dibakukan atau yang dianggap baku adalah pemakaian bahasa Indonesia baku dengan benar. Dengan demikian, pemakaian bahasa Indonesia baku dengan benar adalah pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa atau gramatikal bahasa baku.
Sebaliknya, pemakaian bahasa Indonesia nonbaku dengan benar adalah pemakaian bahasa yang tidak mengikuti kaidah bahasa atau gramatikal baku, melainkan kaidah gramatikal nonbaku. Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik adalah pemakaian bahasa Indonesia yang mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa baku. Pemakaian bahasa Indonesia nonbaku dengan baik adalah pemakaian bahasa yang tidak mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa Indonesia nonbaku.
Konsep baik dan benar dalam pemakaian bahasa Indonesia baik baku maupun nonbaku saling mendukung dan saling berkait. Tidaklah logis ada pemakaian bahasa Indonesia yang baik, tetapi tidak benar. Atau tidaklah logis ada pemakaian bahasa yang benar tetapi tidak baik. Oleh karena itu, konsep yang benar adalah pemakaian bahasa yang baik harus juga merupakan pemakaian bahasa yang benar atau sebaliknya.   
  
E. Contoh Bahasa Indonesia Baku dan Tidak Baku
 Kita sering kesulitan menentukan kata yang baku dan kata yang tidak baku. Berikut ini adalah daftar kata-kata baku bahasa Indonesia yang disusun secara alfabetis.
No
Kata Baku
Kata Non Baku
1.
 Jumat  Jum'at
2.
 Mencuci  Menyuci
3.
 Zuhur  Dzuhur
4.
  Sekretaris  Sekertaris
5.
  Terampil  Trampil
6.
 Februari  Pebruari
7.
 Senin  Senen
8.
 Karena  Karna
9.
 Marah  Amarah
10.
 Praktik  Praktek
11
 Jenasah  Jenazah
12.
 Nasihat  Nasehat
13.
 Peduli  Perduli
14.
 Profesional Propesional
15.
 Tahu  Tau
16.
 Jatuh  Jatoh
17.
 Bus  Bis
18.
 Prancis  Perancis
19.
 Museum  Musium
20.
 Pintar  Pinter
  

Contoh kalimat baku :
  1.  Rudi sedang melakukan ibadah shalat jumat.
  2.  Desi  sedang mencuci piring di dapur. 
  3.  Kami sedang melakukan ibadah shalat zuhur.
  4. Rahayu menjadi sekretaris di kelas.
  5. Ditha terampil dalam melukis.
  6. Pada bulan Februari ujian tengah semester akan dilaksanakan.
  7. Setiap hari Senin kami mengikuti upacara.
  8. Maaf, saya terlambat karena lalu lintas macet.
  9.  Flora sedang marah dengan saya.
  10. Hari ini ibu guru membawa kami ke ruang laboratorium untuk melakukan praktik
  11. Jenasah sedang disemayamkan di rumah duka.
  12. .Ibu memberikan nasihat kepada anaknya agar tidak nakal lagi.
  13. .Kita seharus nya peduli terhadap orang yang sedang kesusahan.
  14. Dokter Nia itu sangat  profesional dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.
  15. .Saya tahu membuat sebuah website pribadi.
  16. .Buah itu jatuh setelah tertiup angin.
  17.  Andi pergi ke sekolah dengan mengunakan bus.
  18.  Nino pergi ke Prancis.
  19.  Saya dan Duwi pergi ke Museum Rumah Bundar.
  20.  Pak guru bertanya, “Memangnya kamu bisa pintar tanpa belajar?”



DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar