A.
Pengertian
Bahasa
Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan
bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat
digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan
yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda,
peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia. Beberapa pendapat
bahasa para ahli yakni,:
Menurut William A. Haviland, Bahasa adalah suatu sistem bunyi
yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang
dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.
Menurut Soejono ,bahasa adalah suatu sarana
perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.
Pendapat saya : Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam melakukan interaksi dengan individu atau kelompok dalam kehidupan sehari-hari. Manusia merupakan makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain dengan adanya bahasa ini memudahkan manusia dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan bermasyarakat. Selain itu, bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki makna serta tujuan yang jelas.
Pendapat saya : Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam melakukan interaksi dengan individu atau kelompok dalam kehidupan sehari-hari. Manusia merupakan makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain dengan adanya bahasa ini memudahkan manusia dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan bermasyarakat. Selain itu, bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki makna serta tujuan yang jelas.
Hakikat bahasa menurut
Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik edisi ketiga adalah sistem
lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu
masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Sementara menurut
H. Douglas Brown dalam bukunya Henry Guntur Tarigan “Pengajaran Pragmatik” menyebutkan hakikat bahasa sebagai suatu sistem yang sistematis, juga untuk sistem generative, seperangkat lambang-lambang atau simbol-simbol arbitrer.
H. Douglas Brown dalam bukunya Henry Guntur Tarigan “Pengajaran Pragmatik” menyebutkan hakikat bahasa sebagai suatu sistem yang sistematis, juga untuk sistem generative, seperangkat lambang-lambang atau simbol-simbol arbitrer.
A. S. Hornby (1996) dalam
Oxford Advanced Learner’s Dictionary, menyatakan bahasa adalah sistem bunyi dan
kata yang digunakan manusia untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya.
Ciri- ciri bahasa antara lain sebagai berikut :
Ciri- ciri bahasa antara lain sebagai berikut :
a. Bahasa
sebagai sistem
Bahasa memilki suatu aturan atau
susunan teratur yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna dan berfungsi.
Sistem ini dibentuk oleh sejumlah unsur atau komponen yang satu dengan yang
lainnya berhubungan secara fungsional.
Pendapat saya : Bahasa itu memiliki aturan yang tersusun secara sistematis yang membentuk suatu kaliamat yang bermakna dan berfungsi.
Pendapat saya : Bahasa itu memiliki aturan yang tersusun secara sistematis yang membentuk suatu kaliamat yang bermakna dan berfungsi.
b. Bahwa
berwujud lambang
Yaitu
bahasa itu dilambangkan atau disampaikan dalam bentuk bunyi bahasa bukan dalam
wujud yang lain yaitu berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap
manusia.
Pendapat saya : Bahasa itu lambang yang artinya setiap bahasa memiliki suatu yang dapat dilambangkan dalam bentuk bunyi bahasa.
Pendapat saya : Bahasa itu lambang yang artinya setiap bahasa memiliki suatu yang dapat dilambangkan dalam bentuk bunyi bahasa.
c. Bahasa
berupa bunyi
Yang dimaksud disini adalah satuan
bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati
sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”.
Pendapat saya : Bahasa itu bunyi yang berasal dari alat ucap manusia yang memiliki arti dan makna yang jelas serta bukan sekedar bunyi yang tidak ada maknanya maka bukan disebut sebagai bahasa.
Pendapat saya : Bahasa itu bunyi yang berasal dari alat ucap manusia yang memiliki arti dan makna yang jelas serta bukan sekedar bunyi yang tidak ada maknanya maka bukan disebut sebagai bahasa.
d. Bahasa
itu bersifat arbitrer
Yaitu
tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa yang berwujud bunyi itu dengan
konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut,biasa di artikan
sewenang-wenang,selalu berubah-ubah,tidak menetap.
Pendapat saya : Bahasa bersifat arbitrer artinya bahasa itu mana suka, bahasa dapat digunakan walaupun tidak mengucapkan objek mana yang di maksud tapi si pendengar mengerti apa yang dimaksud hanya dengan menunjuk objek tersebut.
Pendapat saya : Bahasa bersifat arbitrer artinya bahasa itu mana suka, bahasa dapat digunakan walaupun tidak mengucapkan objek mana yang di maksud tapi si pendengar mengerti apa yang dimaksud hanya dengan menunjuk objek tersebut.
e. Bahasa
itu konvesional
Masyarakat mematuhi akan konvensi yang di terapkan di dalam konsep yang
mewakilinya.
Pendapat saya : bahasa itu konvesional yaitu mengandung kesepakatan yang telah ditetapkan dalam konsep bahasa itu sendiri.
Pendapat saya : bahasa itu konvesional yaitu mengandung kesepakatan yang telah ditetapkan dalam konsep bahasa itu sendiri.
f. Bahasa
itu bermakna
Ditinjau dari fungsinya yaitu menyampaikan pesan, konsep, ide atau pemikiran.
Jadi bentuk-bentuk bunyi yang tidak bermakna yang disampaikan dalam bahasa
apapun tidak bisa disebut sebagai bahasa.
Pendapat saya : Bahasa itu bermakna artinya seriap bahasa yang di ucapakan oleh manusia harus memiliki makna dan arti yang jelas sehingga dapat dikatakan sebagai bahasa sedangkan bunyi yang tidak bermakna itu bukan disebut bahasa.
Pendapat saya : Bahasa itu bermakna artinya seriap bahasa yang di ucapakan oleh manusia harus memiliki makna dan arti yang jelas sehingga dapat dikatakan sebagai bahasa sedangkan bunyi yang tidak bermakna itu bukan disebut bahasa.
g. Bahasa
itu bersifat unik
Setiap bahasa di dunia itu mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki
oleh bahasa lain.
Pendapat saya : Bahasa itu unik artinya bahasa yang ada di belahan dunia ini sangatlah beragam dan memiliki ciri khas yang sangat unik yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya.
Pendapat saya : Bahasa itu unik artinya bahasa yang ada di belahan dunia ini sangatlah beragam dan memiliki ciri khas yang sangat unik yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya.
h. Bahasa
itu bersifat produktif
Unsur-unsur yang terkandung di dalam bahasa itu dapat dikembangkan menjadi
satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas sesuai dengan sistem yang
berlaku di dalam bahasa tersebut.
Pendapat saya : Bahasa itu produktif artinya bahasa selalu berkembang menjadi lebih baik hal ini dapat dilihat dari ejaan yang di gunakan Bahasa Indonesia dari ejaan Suwandi ke ejaan yang disempurnakan . jadi perkembangangannya ini menuju kearah yang lebih baik sebagai penyempurna.
Pendapat saya : Bahasa itu produktif artinya bahasa selalu berkembang menjadi lebih baik hal ini dapat dilihat dari ejaan yang di gunakan Bahasa Indonesia dari ejaan Suwandi ke ejaan yang disempurnakan . jadi perkembangangannya ini menuju kearah yang lebih baik sebagai penyempurna.
i.
Bahasa itu bersifat
universal
Pada suatu bahasa yang ada di dunia ada ciri-ciri yang sama yang
dimiliki oleh setiap bahasa dan tentunya ciri-ciri itu adalah unsur bahasa yang
paling umum.
Pendapat saya : Bahasa ini universal artinya digunakan oleh seluruh umat manusia untuk berkomunikasi secara menyeluruh atau umum.
Pendapat saya : Bahasa ini universal artinya digunakan oleh seluruh umat manusia untuk berkomunikasi secara menyeluruh atau umum.
j.
Bahasa itu variasi
Bahasa di dunia ini beragam dan bermacam-macam.
Pendapat saya : Bahasa itu variasi artinya setiap bahasa di dunia ini sangatlah beragam dan bermacam-macam baik bahasa dalam negeri maupun luar negeri.
Pendapat saya : Bahasa itu variasi artinya setiap bahasa di dunia ini sangatlah beragam dan bermacam-macam baik bahasa dalam negeri maupun luar negeri.
k. Bahasa
itu bersifat dinamis
Karena
bahasa itu selalu berkaitan dengan semua kegiatan manusia dan kegiatan manusia
itu selalu berubah hingga akhirnya bahasa juga ikut berubah menjadi tidak
tetap, dan menjadi tidak statis tetapi dinamis.
Pendapat saya : Bahasa itu dinamis artinya bahasa selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zamannya hal ini dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang sering berubah-ubah akibat globalisasi.
Pendapat saya : Bahasa itu dinamis artinya bahasa selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zamannya hal ini dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang sering berubah-ubah akibat globalisasi.
l.
Bahasa itu manusiawi
Bahasa itu hanya dimiliki saja dan digunakan oleh manusia itu sendiri.
Pendapat saya : Bahasa itu manusiawi yang artinya bahasa hanya digunakan dan dimiliki oleh manusia saja. sedangkan tumbuhan tidak memiliki bahasa.
Bahasa itu hanya dimiliki saja dan digunakan oleh manusia itu sendiri.
Pendapat saya : Bahasa itu manusiawi yang artinya bahasa hanya digunakan dan dimiliki oleh manusia saja. sedangkan tumbuhan tidak memiliki bahasa.
m. Bahasa
sebagai alat interaksi social
Hal ini sesuai dengan fungsi bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi.
Pendapat saya : Bahasa itu alat interaksi sosial yang digunakan dalam berkomunikasi antar individu atau kelompok dalam lingkungan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Pendapat saya : Bahasa itu alat interaksi sosial yang digunakan dalam berkomunikasi antar individu atau kelompok dalam lingkungan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta
Apakah hewan menggunakan bahasa dalam
berkomunikasi ?
contohnya kita dapat melihat semut saling menyentuhkan sungut dan kakinya bila bertemu dengan semut lain. Induk ayam akan mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu untuk memanggil anak-anaknya ketika menemukan makanan. Kucing juga akan menciptakan bunyi-bunyian yang khas (bahkan terkadang mirip tangisan bayi) ketika ia hendak menarik perhatian lawan jenis.
Dari fakta ini tampak bahwa binatang juga memiliki “bahasa”, sekalipun bahasa yang digunakan oleh binatang berbeda dengan bahasa yang dimiliki oleh manusia. Binatang juga menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan spesies yang sejenis, seperti halnya manusia berbahasa untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Namun, bentuk komunikasi yang dilakukan oleh binatang juga terbatas. Bagi binatang, bahasa hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primitif (primer) mengenai keadaan emosi, tanda adanya bahaya, mengenali sesama golongan, memanggil pasangan atau anak, adanya makanan di tempat tertentu, dan percumbuan (Markam, 1991: 21). Apabila manusia memakai sebagian besar otaknya untuk proses mental, termasuk proses kebahasaan, binatang lebih banyak memakai otaknya untuk kebutuhan-kebutuhan fisik (Dardjowidjojo, 2010: 208).
Mengapa manusia dapat berbahasa sedangkan binatang tidak ? Studi dalam neurolinguistik menunjukkan bahwa manusia ditakdirkan memiliki otak yang berbeda dengan primata lainnya, baik dalam struktur maupun fungsi. Pada manusia ada bagian-bagian otak yang dikhususkan untuk kebahasaan, sedangkan pada binatang bagian-bagian ini tidak ada. Pada makhluk lain seperti simpanse dan gorilla juga tidak terdapat daerah-daerah yang dipakai untuk memproses bahasa (Dardjowidjojo, 2010: 208). Dari segi biologi, manusia juga ditakdirkan memiliki struktur biologi yang berbeda dengan binatang. Mulut manusia misalnya, memiliki struktur yang memungkinkan manusia untuk mengeluarkan bunyi yang berbeda-beda. Ukuran ruang mulut dalam bandingannya dengan lidah, kelenturan lidah, dan tipisnya bibir membuat manusia mampu untuk menggerak-gerakkannya secara mudah untuk menghasilkan bunyi-bunyi yang distingtif (Dardjowidjojo, 2010: 4).
Kesimpulan :
Menurut teori diatas dinyatakan bahwa binatang bisa berbahasa namun menggunakan bahasa yang berfungsi hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primitif (primer) mengenai keadaan emosi, tanda adanya bahaya, mengenali sesama golongan, memanggil pasangan atau anak, adanya makanan di tempat tertentu, dan percumbuan. Namun ada juga teori yang menyatakan bahwa binatang itu tidak bisa berbahasa karena memiliki kapasitas otak yang rendah dibanding manusia, dan juga struktur mulut manusia dan binatang berbeda
DAFTAR PUSTAKA
Dardjowidjojo, Soenjono. 2010. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar