Sabtu, 25 Februari 2017

Hakikat Bahasa

A.    Pengertian Bahasa
  Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.  Beberapa pendapat bahasa  para ahli yakni,:



     Menurut William A. Haviland, Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.

          


       Menurut  Soejono ,bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.

     Pendapat saya : Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam melakukan interaksi dengan individu atau kelompok dalam kehidupan sehari-hari. Manusia merupakan makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain dengan adanya bahasa ini memudahkan manusia dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan bermasyarakat. Selain itu, bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki makna serta tujuan yang jelas.
B. Hakikat Bahasa  

            Hakikat bahasa menurut Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik edisi ketiga adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Sementara menurut 
     

            H. Douglas Brown dalam bukunya Henry Guntur Tarigan “Pengajaran Pragmatik” menyebutkan hakikat bahasa sebagai suatu sistem yang sistematis, juga untuk sistem generative, seperangkat lambang-lambang atau simbol-simbol arbitrer.  

             A. S. Hornby (1996) dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary, menyatakan bahasa adalah sistem bunyi dan kata yang digunakan manusia untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya. 

Ciri- ciri bahasa antara lain sebagai berikut : 
a.    Bahasa sebagai sistem
Bahasa memilki suatu aturan atau susunan teratur yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna dan berfungsi. Sistem ini dibentuk oleh sejumlah unsur atau komponen yang satu dengan yang lainnya berhubungan secara fungsional.   
Pendapat saya : Bahasa itu memiliki  aturan yang tersusun secara sistematis yang membentuk suatu kaliamat yang bermakna dan berfungsi.
 
b.    Bahwa berwujud lambang
Yaitu bahasa itu dilambangkan atau disampaikan dalam bentuk bunyi bahasa bukan dalam wujud yang lain yaitu berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Pendapat saya : Bahasa itu lambang yang artinya setiap bahasa memiliki suatu yang dapat dilambangkan dalam bentuk bunyi bahasa.
c.    Bahasa berupa bunyi
Yang dimaksud disini adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”.
Pendapat saya : Bahasa itu bunyi yang berasal dari alat ucap manusia yang memiliki arti dan makna yang jelas serta bukan sekedar bunyi yang tidak ada maknanya maka bukan disebut sebagai bahasa. 
 
d.   Bahasa itu bersifat arbitrer
Yaitu tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa yang berwujud bunyi itu dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut,biasa di artikan sewenang-wenang,selalu berubah-ubah,tidak menetap.
Pendapat saya : Bahasa bersifat arbitrer artinya bahasa itu mana suka, bahasa dapat digunakan walaupun tidak mengucapkan objek mana yang di maksud tapi si pendengar mengerti apa yang dimaksud hanya dengan menunjuk objek tersebut. 
e.       Bahasa itu konvesional
   Masyarakat mematuhi akan konvensi yang di terapkan di dalam konsep yang mewakilinya.
Pendapat saya : bahasa itu konvesional yaitu mengandung kesepakatan yang telah ditetapkan dalam konsep bahasa itu sendiri.
f.       Bahasa itu bermakna
    Ditinjau dari fungsinya yaitu menyampaikan pesan, konsep, ide atau pemikiran. Jadi bentuk-bentuk bunyi yang tidak bermakna yang disampaikan dalam bahasa apapun tidak bisa disebut sebagai bahasa.
Pendapat saya : Bahasa itu bermakna artinya seriap bahasa yang di ucapakan oleh manusia harus memiliki makna dan arti yang jelas sehingga  dapat dikatakan sebagai bahasa sedangkan bunyi yang tidak bermakna itu bukan disebut bahasa.
 
g.      Bahasa itu bersifat unik
    Setiap bahasa di dunia itu mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.
Pendapat saya : Bahasa itu unik artinya bahasa yang ada di belahan dunia ini sangatlah beragam dan memiliki ciri khas yang sangat unik yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya.
 
h.      Bahasa itu bersifat produktif
    Unsur-unsur yang terkandung di dalam bahasa itu dapat dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas sesuai dengan sistem yang berlaku di dalam bahasa tersebut.
Pendapat saya : Bahasa itu produktif artinya bahasa selalu berkembang menjadi lebih baik hal ini dapat dilihat dari ejaan yang di gunakan Bahasa Indonesia dari ejaan Suwandi ke ejaan yang disempurnakan . jadi perkembangangannya ini menuju kearah yang lebih baik sebagai penyempurna.
i.        Bahasa itu bersifat universal
     Pada suatu bahasa yang ada di dunia ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa dan tentunya ciri-ciri itu adalah unsur bahasa yang paling umum.
Pendapat saya : Bahasa ini universal artinya digunakan oleh seluruh umat manusia untuk berkomunikasi secara menyeluruh atau umum. 
j.        Bahasa itu variasi
     Bahasa di dunia ini beragam dan bermacam-macam.
Pendapat saya : Bahasa itu variasi artinya setiap bahasa di dunia ini sangatlah beragam dan bermacam-macam baik bahasa dalam negeri maupun luar negeri.
k.      Bahasa itu bersifat dinamis
          Karena bahasa itu selalu berkaitan dengan semua kegiatan manusia dan kegiatan manusia itu selalu berubah hingga akhirnya bahasa juga ikut berubah menjadi tidak tetap, dan menjadi tidak statis tetapi dinamis.
             Pendapat saya : Bahasa itu dinamis artinya bahasa selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zamannya hal ini dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang sering berubah-ubah akibat globalisasi.
l.        Bahasa itu manusiawi 
            Bahasa itu hanya dimiliki saja dan digunakan oleh manusia itu sendiri.
           Pendapat saya : Bahasa itu manusiawi yang artinya bahasa hanya digunakan dan dimiliki oleh manusia saja. sedangkan tumbuhan tidak memiliki bahasa. 
m.    Bahasa sebagai alat interaksi social
   Hal ini sesuai dengan fungsi bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi.
  Pendapat saya : Bahasa itu alat interaksi sosial yang digunakan dalam berkomunikasi antar individu atau kelompok dalam lingkungan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
  
DAFTAR PUSTAKA



Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta

Apakah hewan menggunakan bahasa dalam 
berkomunikasi ?

             contohnya kita dapat melihat semut saling menyentuhkan sungut dan kakinya bila bertemu dengan semut lain. Induk ayam akan mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu untuk memanggil anak-anaknya ketika menemukan makanan. Kucing juga akan menciptakan bunyi-bunyian yang khas (bahkan terkadang mirip tangisan bayi) ketika ia hendak menarik perhatian lawan jenis.
           Dari fakta ini tampak bahwa binatang juga memiliki “bahasa”, sekalipun bahasa yang digunakan oleh binatang berbeda dengan bahasa yang dimiliki oleh manusia. Binatang juga menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan spesies yang sejenis, seperti halnya manusia berbahasa untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Namun, bentuk komunikasi yang dilakukan oleh binatang juga terbatas. Bagi binatang, bahasa hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primitif (primer) mengenai keadaan emosi, tanda adanya bahaya, mengenali sesama golongan, memanggil pasangan atau anak, adanya makanan di tempat tertentu, dan percumbuan (Markam, 1991: 21). Apabila manusia memakai sebagian besar otaknya untuk proses mental, termasuk proses kebahasaan, binatang lebih banyak memakai otaknya untuk kebutuhan-kebutuhan fisik (Dardjowidjojo, 2010: 208).

          Mengapa manusia dapat berbahasa sedangkan binatang tidak ? Studi dalam neurolinguistik menunjukkan bahwa manusia ditakdirkan memiliki otak yang berbeda dengan primata lainnya, baik dalam struktur maupun fungsi. Pada manusia ada bagian-bagian otak yang dikhususkan untuk kebahasaan, sedangkan pada binatang bagian-bagian ini tidak ada. Pada makhluk lain seperti simpanse dan gorilla juga tidak terdapat daerah-daerah yang dipakai untuk memproses bahasa (Dardjowidjojo, 2010: 208). Dari segi biologi, manusia juga ditakdirkan memiliki struktur biologi yang berbeda dengan binatang. Mulut manusia misalnya, memiliki struktur yang memungkinkan manusia untuk mengeluarkan bunyi yang berbeda-beda. Ukuran ruang mulut dalam bandingannya dengan lidah, kelenturan lidah, dan tipisnya bibir membuat manusia mampu untuk menggerak-gerakkannya secara mudah untuk menghasilkan bunyi-bunyi yang distingtif (Dardjowidjojo, 2010: 4).

       Kesimpulan : 
     Menurut teori diatas dinyatakan bahwa binatang bisa berbahasa namun menggunakan bahasa yang berfungsi hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primitif (primer) mengenai keadaan emosi, tanda adanya bahaya, mengenali sesama golongan, memanggil pasangan atau anak, adanya makanan di tempat tertentu, dan percumbuan. Namun ada juga teori yang menyatakan bahwa binatang itu tidak bisa berbahasa karena memiliki kapasitas otak yang rendah dibanding manusia, dan juga struktur mulut manusia dan binatang berbeda


DAFTAR PUSTAKA

Dardjowidjojo, Soenjono. 2000. Echa: Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo.
Dardjowidjojo, Soenjono. 2010. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.


 

Fungsi dan Ragam Bahasa



A. Fungsi Bahasa
 
1)      Sebagai sarana komunikasi
Digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya, komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial.

2)      Sebagai sarana integrasi dan adaptasi
Bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara merupakan fungsi integratif. Indikator kedudukannya sebagai bahasa nasional:
Ø  Lambang nasional yang dapat memberikan kebanggaan jati diri pemakainya sebagai bangsa indonesia.
Ø  Lambang identitas nasional yang dapat dikenali oleh masyarakat.
Ø  Alat pemersatu penduduk antar pulau diseluruh indonesia.
Ø  Alat komunikasi antar daerah dan antar budaya.

3)      Sebagai kontrol sosial
Berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Dalam kehidupan sehari-hari dapat berbentuk komunikasi timbal balik, baik secara lesan maupun tulisan. Dengan demikian, masing-masing dapat mengendalikan komunikasi dan memberi saran, kritik dll.
4)      Sebagai sarana memahami diri
Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu.Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi,kecerdasan dan lain-lain.
5)      Sebagai sarana ekspresi diri
Dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang kompleks.
Ekspresi paling sederhana misalnya untuk menyatakan cinta, lapar, kecewa..
Tingkat kompleks misalnya berupa pernyataan kemapuan mengerjakan proyek besar dalam bentuk proposal yang sulit dan rumit, menulis laporan, desain produk, dan lain-lain.
6)      Sebagai sarana memahami orang lain
Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakai bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya. Melalui pemahaman ini seseorang akan memperoleh wawasan yang luas dan bermanfaat serta memperoleh kemampuan berfikir sinergis dengan memadukan pengalaman orang lain bersama dengan potensi dirinya.
7)      Sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar
Keberhasilan seseorang menggunakan kecerdasannya ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan situasi lingkungannya sehingga memperoleh berbagai kreatifitas baru yang dapat memberikan berbagai keuntungan bagi dirinya dan masyarakat.
Misal : Apa yang melatarbelakangi pengamatan, bagaimana masalahnya, bagaimana cara mengamati, tujuannya, hasilnya, kesimpulan.
8)      Sebagai sarana berfikir logis
Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Selain itu, perlu disadari bahwa bahasa bukan hanya sarana proses berpikir melainkan juga penghasil pemikiran, konsep, atau ide.
9)      Membangun kecerdasan
Kecerdasan adalah kemampuan memanfaatkan potensi, pengalaman, pengetahuan dan situasi sehingga menghasilkan kreatifitas baru yang menguntungkan dirinya maupun masyarakat.
10)   Mengembangkan kecerdasan ganda
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Selain itu orang yang tekun mendalami bidang studinya secara seriu dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misal seorang ahli pemograman yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, mesin penerjemaah,
11)   Membangun karakter
Kecerdasan merupakan bagian karakter dari manusia. Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik.
12)   Mengembangkan profensi
Profesi seseorang tidak akan berkembang tanpa menunjukkan kemampuannya kepada orang lain. Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri yang tidak diperoleh selama proses belajar, tetapi berakumulasi dengan pengalaman barunya.
13)   Sarana menciptakan kreatifitas baru
           Setiap orang memiliki bakat alam yang dibawanya sejak lahir. Perkembangan itu     sejalan    potensi   akademik yang dikembangkannya melalui pendidikan yang kemudian berkembang menjadi bakat intelektual,Bakat alam dan bakat intelektual ini dapat berkembang secara sinergis untuk menghasilkan kreatifitas baru. Untuk menciptakan kreatifitas baru setiap mahasiswa harus mengkaji konsep dasar secara menyeluruh dilanjutkan study kasus baik positif maupun negatif dilanjutkan memikirkan solusinya dan menciptakan kreatifitas baru.

B. Ragam Bahasa

       1. Pengertian Ragam Bahasa
            Ragam bahasa adalah varian dari bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan varian dialek sesuai dengan pengguna. Variasi mungkin termasuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa standar itu sendiri. Variasi dalam tingkat leksikon, seperti slang dan dialek, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai variasi atau keragaman saja.


Menurut Dendy Sugono (1999: 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. 
Pendapat saya : Ragam bahasa merupakan   keragaman varian dari dalam bahasa yang berdasarkan pemakaian, dialek, aksen, gaya, dan laras. selain itu ragam bahasa di bedakan menjadi 4 macam yaitu : 
1. Ragam bahasa lisan  
2. Ragam bahasa tulisan
3. Ragam bahasa sastra 
4. Ragam bahasa penutur
    

           Macam-macam ragam Bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu berdasarkan media, berdasarkan cara pandang penutur dan berdasarkan topik pembicaraan.
1.       Berdasarkan media
Dibedakan atas:
1)      Ragam bahasa lisan
Ditandai dengan penggunaan lafal atau pengucapan, intonasi, kosakata, penggunaan tata bahasa dalam pebentukan kata dan penyusunan kalimat.
2)      Ragam bahasa tulis
Ditandai dengan kecermatan menggunakan ejaan dan tanda baca, kosa kata, penggunaan tata bahasa dalam pembentukan kata, penyusunan kalimat, paragraf dan wacana.

2.       Berdasarkan waktu
Berdasarkan waktu terdapat ragam bahasa lama dan ragam bahasa baru (modern)
1)      Ragam lama lazim digunakan dalam penulisan naskah-naskah lama (kuno).
2)      Ragam bahasa baru  (modern) ditandai dengan penggunaan kata-kata baru, ejaan yang disempurnakan dan mengekspresikan ilmu  pengetahuan dan teknologi modern, misalnya : Internet, Jaringan, dan seluler.
3.       Berdasarkan Pesan Komunikasi
1)      Ragam bahasa ilmiah
Adalah sarana verbal yang efektif, efisien, baik, dan benar.
Ciri ragam bahasa ilmiah:
a)      Struktur kalimat jelas dan bermakna lugas.
b)      Struktur wacana bersifat formal, mengacu pada standar konvensi naskah.
c)       Singkat, berisi analisis dan pembuktian, menyajikan konsep secara lengkap.
d)      Cermat dalam menggunakan unsur baku istilah/kata, ejaan, bentuk kata, kalimat, paragraf, wacana.
e)      Cermat dan konsisten menggunakan penalaran dari penentuan topik, pendahuluan, deskripsi teori, deskripsi data, analisis data, hasil analisis, sampai dengan kesimpulan dan saran.
f)       Menggunakan istilah khusus yang bersifat teknis dalam bidang tertentu.
g)      Dapat diukur kebenarannya secara terbuka oleh umum.
h)      Konsisten dalam pembahasan topik.
2)      Ragam bahasa pidato
·         Ragam pidato ilmiah
Terdiri beberapa jenis, : Presentasi makalah ilmiah, skripsi, tesis, desertasi dan pidato pengukuhan guru besar.
·         Ragam pidato resmi
Kata resmi memiliki beberapa pengertian
a)      Resmi karena situasinya, misal : pidato kenegaraan oleh pejabat negara.
b)      Resmi karena kemuliaan isi dan situasi, misal : Khotbah agama.
c)       Resmi karena informasi dan kekidmatan situasi penyampaian dalam suatu upacara. Misal : Pidato akad nikah/ perkawinan.
d) Resmi karena isi atau materi mengandung kebenarab unifersal dan disampaikan untuk mewakili suatu negara. Misal : Pidato untuk mewakili suatu negara.
3)      Ragam bahasa tulis resmi
Ditandai oleh :
a)      Penyajian materi / pesan bersifat mulia.
b)      Penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten.
c)       Penggunaan bentuk lengkap, bentuk yang tidak disingkat.
d)      Penggunaan imbuhan secara eksplisit dan konsisten.
e)      Pengunaan kata ganti resmi dan menghindari kata ganti tidak resmi.
f)       Penggunaan pola frase yang baku.
g)      Penggunaan ejaan yang baku pada bahasa tulis dan lafal yang baku pada bahasa lisan.
h)      Tidak menggunakan unsur tidak baku.
4)      Ragam bahasa sastra
Ragam ini mengutamakan unsur-unsur keindahan seni. Misal : dalam roman, novel, cerita pendek dll. Namun, ragam ini sering digunakan juga dalam iklan promosi produk komersial. Misal : Iklan sabun untuk kecantikan, mobil yang menawarkan kemewahan dan kenyamanan.

5)      Ragam bahasa berita
Ragam ini lazim digunakan dalam pemberitaan.Bahasa berita menyajikan fakta secara utuh dan objektif. Untuk menjamin objektifitas berita, penyaji perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a)      Tidak menambah atau mengurangi fakta yang disajikan.
b)      Tidak mengubah fakta berdasarkan pendapat penyaji.
c)       Tidak menambah tanggapan pribadi.
                        d)      Tidak menggunakan perasaan suka atau tidak suka.


DAFTAR PUSTAKA  

Badudu, J.S.1985. Cakrawala Bahasa Indonesia I. Jakarta: Gramedia.
Broto, A. S. 1978. Pengajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang

Cinta Bahasa Indonesia

Cinta Bahasa Indonesia





Sebagai  warga negara yang baik sudah kewajiban kita untuk mencintai tanah air Indonesia ini dengan setulis hati dan perbuatan kita. Selain itu ,kita juga harus mencintai tanah air Indonesia ini. Mencintai negara indonesia tidak hanya sekedar mencintainya begitusaja namu kita juga harus senantiasa menghargai  lambang negara , panacasila, bendera pusaka, dan bahasa indonesia. sekarang sering kali kita temukan anak remaja lebih mencintai bahasa asing dibandingkan dengan bahasa indonesia. oleh karena itu, kita dapat meningkatkan atau melakukan usaha aga anak remaja cinta akan bangsa, bahasa dan tanah air indonesia 
hal- hal yang dapat ditempuh ialah dengan berapa cara antara lain sebagai berikut :
 
1. Perlu adanya Edukasi atau pendidikan
            Pendidikan dapat membuat anak remaja mencintai bahasa Indonesia hal ini dengan di ajarkannya pendidikan kewarganegaraan pada anak SD,SMP, dan SMA yang berkaitan dengan cinta tanah air, bela negara, cinta akan bahasa Indonesia. selain dalam pelajaran kewarganegaraan juga terdapat pelajaran bahasa indonesia yang dapat membuat anak-anak bangsa kita mencintai bahasa nasional ini dengan begitu anak bangsa akan menyukai bahasa indonesia hal ini dikarenakan dalam pelajaran tersebut terdapat berbagai jenis sastra yaitu berupa dongeng, drama, puisi, cerpen, dan cerita rakyat yang banyak disenangin anak SD, SMP bahkan SMA dengan begitu mereka akan merasa senang dengan pelajarannya kemudian mencintai bahasa indonesia dengan membuat berbagai karya mengunakan bahasa indonesia baik berupa karya puisi, dongeng, komik , karya ilmiah dan lain-lain 


2. Perlu ditingkatkannya nasionalisme
       Cara yang digunakan untuk meningkatkan nasionalisme dengan lebih menekankan pemerintah harus membuat peraturan yang berkaiatan dengan penggunaan bahasa indonesia dikalangan pelajar. kita tahu bahwa kebanyakan pelajar sekarang ini lebih mengemari bahasa asing di banding dengan bahasa Indonesia. hal ini dapat berakibat fatal jika pemerintah tidak bertidak untuk menghentikannya maka lama -kelamaan bangsa kita akan dijajah dengan pengaruh budaya asing tersebut sehingga membuat anak bangsa lebih mencintai bangsa lain dibanding bangsanya sendiri. 

         Dalam UUD 1945 Bab XV Pasal 36 tentang Bahasa Negara serta UU RI No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, merupakan dasar utama yang tidak tertolak betapa pentingnya menggunakan bahasa Indonesia, termasuk pada penamaan tempat-tempat umum dan pada kegiatan-kegiatan formal. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga terhadap bahasa dan budayanya. Oleh karena itu, nasionalisme harus dibangun dari kecintaan terhadap bahasa Indonesia.

         Pembangunan di seluruh pelosok negeri ini haruslah berjalan dengan lancar dan realitas. Tidak perlu saling mengumbar jargon, apalagi dengan menggunakan bahasa asing, hanya sekadar suatu daerah mau dinilai lebih dari daerah lainnya. Akan lebih baik jika suatu daerah menjadikan penggunaan bahasa Indonesia pada semua bidang di daerah tersebut, sebagai suatu kebanggaan tersendiri daerah tersebut. Tentu saja tidak termasuk di dalamnya bahwa tidak perlu belajar bahasa asing. karena kita negara Indonesia sebaiknya warga negaranya harus lebih menguasai bahasa indonesia di banding dengan bahasa lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.sekolahdasar.net/2015/01/cinta-bahasa-indonesia-bukti nasionalisme.html#ixzz4Zhfo1ASX

Apakah Bahasa Indonesia mampu menjadi Bahasa Internasional?
 
       Bahasa Indonesia saat ini menjadi dipertimbangkan dunia. Bukan semata karena Indonesia menjadi negara yang berpotensi menjadi pasar, namun juga sebagai negara yang mulai merangkak naik untuk berperan pada dinamikan internasional. Wajar bila kemudian muncul wacana bahwa bahasa Indonesia layak untuk menjadi bahasa Internasional. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud mengatakan, tujuan pemerintah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional didukung fakta bahwa banyak bangsa lain yang berminat mempelajari Bahasa Indonesia.  
         Sampai saat ini ada 174 pusat pembelajaran bahasa Indonesia yang tersebar di 45 negara. Paling banyak ada di Jepang, yaitu 38 tempat belajar. Di Australia ada 36. Ini membuktikan minat bangsa lain terhadap bahasa Indonesia tinggi,” ujar Mahsun Rabu (21/10/2015). Mahsun mengatakan, semakin tinggi minat mempelajari Bahasa Indonesia dari negara lain, berarti semakin banyak yang mengakui identitas bangsa Indonesia. “Karena bahasa adalah identitas suatu bangsa,” katanya. Banyak tantangan yang harus diahapi untuk mewujudkan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, salah satunya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Namun Mahsun mengatakan, kita tidak perlu tidak perlu khawatir. Meski sudah ditentukan bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dalam MEA, Bahasa Indonesia tetap memiliki posisi di lingkungan bahasa dunia. “Di dunia ini tidak ada bahasa yang murni. Semua bahasa menyerap dari bahasa lain. Kita jangan takut untuk menyerap bahas asing ke bahasa Indonesia. Dalam diplomasi budaya, justru Bahasa Indonesia juga bisa diserap oleh negara lain. 
        Jadi Bahasa Indonesia juga bisa jadi penyumbang kosakata bahasa di dunia,” tutur Mahsun seperti dikutip dari situs Kemendikbud.go.id. Ia menambahkan, saat ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud tengah melakukan upaya untuk menambah kosakata Bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa daerah. Hal itu dilakukan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Mahsun mengatakan, Mendikbud Anies Baswedan telah meminta agar kosakata bahasa daerah harus mewarnai bahasa Indonesia. Hal itu ditindaklanjuti oleh Badan Bahasa Kemendikbud dengan melakukan inventarisasi kosakata bahasa daerah. “Sekarang kita punya sekitar 90.000 kosakata dalam Bahasa Indonesia. Ditargetkan pada tahun 2019 akan mencapai 200.000 kosakata,” ungkapnya.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2015/10/28/bahasa-indonesia-menjadi-bahasa-internasional-mampukah


 Bagaiman pengunaan Bahasa Indonesia di daerah terdepan, terpencil, tertinggal? 

             Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Indonesia, bahasa kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Pada hakikatnya, Bahasa Indonesia wajib digunakan dan dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, itulah yang akan mencerminkan Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.
            Banyak masyarakat Indonesia yang berada di daerah terpencil yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia ataupun tidak mengerti Bahasa Indonesia sama sekali. Bahkan, mereka justru memahami dan mengerti bahasa bangsa lain. Sebagai contoh kecil rakyat Indonesia yang bertempet tinggal di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia atau Brunei Darussalam, mereka justru lebih fasih bahkan menggunakan bahasa negara tersebut dari pada menggunakan bahasa kita yaitu bahasa Indonesia. hal ini dikarenakan pemerintah belum terlalu memperhatikan daerah pedalaman tersebut , juga akses teknologi yang kurang menjangkau  daerah tersebut , disertai dengan akses pendidikan yang minim hal ini menyebabkan kuarang berkembangnya bahasa indonesia di daerah pedalaman bahkan mereka sering kali mengunakan bahasa daerah mereka.

A. Faktor – Faktor Penyebab Masyarakat di daerah terdepan, terpencil, tertinggal tidak mengunakan Bahasa indonesia ? 

             Banyak faktor yang mengakibatkan masyarakat terpencil tidak mengerti bahkan tidak paham Bahasa Indonesia, salah satunya adalah letak geografis dan topografi yang sulit dijangkau oleh akses transportasi dan komunikasi. Hal ini menyebabkan publikasi Bahasa Indonesia yang sangat sulit menjangkau daerah mereka. Hal ini diperparah dengan akses pendidikan yang sangat sulit menembus daerah mereka, yang menyebabkan pendidikan bahasa tidak dapat tersampaikan sama sekali.
             Faktor lain yang secara tidak langsung dapat mengakibatkan masyarakat terpencil tidak mengerti bahkan tidak paham Bahasa Indonesia adalah dalam segi kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan daerah terpencil. Hal ini sungguh disayangkan,karena tanpa kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat terpencil Indonesia, semua yang diupayakan oleh masyarakat yang peduli pun menjadi sulit.

B. Solusi yang dapat ditempuh 
            Pemerintah harus memperbaiki akses jalan serta teknologi yang ada di pedalam tersebut, setelah akses jalan dan teknologi tercapai kemudian pemerintah menekankan untuk mengembangkan pendidikan di daerah terpencil tersebut dengan adanya pendidikan disana dapat membuat seluruh warga dan anak-anak dapat mengunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar  dan juga mengerti apa sih makna dari bahasa indonesia itu sendiri. karena setiap warga negara yang baik wajib untuk memiliki sifat yaitu salah satunya menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

  DAFTAR PUSTAKA
Badudu, J.S. 1987. Cakrawala Bahasa II. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.