Sabtu, 25 Februari 2017

Cinta Bahasa Indonesia

Cinta Bahasa Indonesia





Sebagai  warga negara yang baik sudah kewajiban kita untuk mencintai tanah air Indonesia ini dengan setulis hati dan perbuatan kita. Selain itu ,kita juga harus mencintai tanah air Indonesia ini. Mencintai negara indonesia tidak hanya sekedar mencintainya begitusaja namu kita juga harus senantiasa menghargai  lambang negara , panacasila, bendera pusaka, dan bahasa indonesia. sekarang sering kali kita temukan anak remaja lebih mencintai bahasa asing dibandingkan dengan bahasa indonesia. oleh karena itu, kita dapat meningkatkan atau melakukan usaha aga anak remaja cinta akan bangsa, bahasa dan tanah air indonesia 
hal- hal yang dapat ditempuh ialah dengan berapa cara antara lain sebagai berikut :
 
1. Perlu adanya Edukasi atau pendidikan
            Pendidikan dapat membuat anak remaja mencintai bahasa Indonesia hal ini dengan di ajarkannya pendidikan kewarganegaraan pada anak SD,SMP, dan SMA yang berkaitan dengan cinta tanah air, bela negara, cinta akan bahasa Indonesia. selain dalam pelajaran kewarganegaraan juga terdapat pelajaran bahasa indonesia yang dapat membuat anak-anak bangsa kita mencintai bahasa nasional ini dengan begitu anak bangsa akan menyukai bahasa indonesia hal ini dikarenakan dalam pelajaran tersebut terdapat berbagai jenis sastra yaitu berupa dongeng, drama, puisi, cerpen, dan cerita rakyat yang banyak disenangin anak SD, SMP bahkan SMA dengan begitu mereka akan merasa senang dengan pelajarannya kemudian mencintai bahasa indonesia dengan membuat berbagai karya mengunakan bahasa indonesia baik berupa karya puisi, dongeng, komik , karya ilmiah dan lain-lain 


2. Perlu ditingkatkannya nasionalisme
       Cara yang digunakan untuk meningkatkan nasionalisme dengan lebih menekankan pemerintah harus membuat peraturan yang berkaiatan dengan penggunaan bahasa indonesia dikalangan pelajar. kita tahu bahwa kebanyakan pelajar sekarang ini lebih mengemari bahasa asing di banding dengan bahasa Indonesia. hal ini dapat berakibat fatal jika pemerintah tidak bertidak untuk menghentikannya maka lama -kelamaan bangsa kita akan dijajah dengan pengaruh budaya asing tersebut sehingga membuat anak bangsa lebih mencintai bangsa lain dibanding bangsanya sendiri. 

         Dalam UUD 1945 Bab XV Pasal 36 tentang Bahasa Negara serta UU RI No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, merupakan dasar utama yang tidak tertolak betapa pentingnya menggunakan bahasa Indonesia, termasuk pada penamaan tempat-tempat umum dan pada kegiatan-kegiatan formal. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga terhadap bahasa dan budayanya. Oleh karena itu, nasionalisme harus dibangun dari kecintaan terhadap bahasa Indonesia.

         Pembangunan di seluruh pelosok negeri ini haruslah berjalan dengan lancar dan realitas. Tidak perlu saling mengumbar jargon, apalagi dengan menggunakan bahasa asing, hanya sekadar suatu daerah mau dinilai lebih dari daerah lainnya. Akan lebih baik jika suatu daerah menjadikan penggunaan bahasa Indonesia pada semua bidang di daerah tersebut, sebagai suatu kebanggaan tersendiri daerah tersebut. Tentu saja tidak termasuk di dalamnya bahwa tidak perlu belajar bahasa asing. karena kita negara Indonesia sebaiknya warga negaranya harus lebih menguasai bahasa indonesia di banding dengan bahasa lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.sekolahdasar.net/2015/01/cinta-bahasa-indonesia-bukti nasionalisme.html#ixzz4Zhfo1ASX

Apakah Bahasa Indonesia mampu menjadi Bahasa Internasional?
 
       Bahasa Indonesia saat ini menjadi dipertimbangkan dunia. Bukan semata karena Indonesia menjadi negara yang berpotensi menjadi pasar, namun juga sebagai negara yang mulai merangkak naik untuk berperan pada dinamikan internasional. Wajar bila kemudian muncul wacana bahwa bahasa Indonesia layak untuk menjadi bahasa Internasional. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud mengatakan, tujuan pemerintah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional didukung fakta bahwa banyak bangsa lain yang berminat mempelajari Bahasa Indonesia.  
         Sampai saat ini ada 174 pusat pembelajaran bahasa Indonesia yang tersebar di 45 negara. Paling banyak ada di Jepang, yaitu 38 tempat belajar. Di Australia ada 36. Ini membuktikan minat bangsa lain terhadap bahasa Indonesia tinggi,” ujar Mahsun Rabu (21/10/2015). Mahsun mengatakan, semakin tinggi minat mempelajari Bahasa Indonesia dari negara lain, berarti semakin banyak yang mengakui identitas bangsa Indonesia. “Karena bahasa adalah identitas suatu bangsa,” katanya. Banyak tantangan yang harus diahapi untuk mewujudkan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, salah satunya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Namun Mahsun mengatakan, kita tidak perlu tidak perlu khawatir. Meski sudah ditentukan bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dalam MEA, Bahasa Indonesia tetap memiliki posisi di lingkungan bahasa dunia. “Di dunia ini tidak ada bahasa yang murni. Semua bahasa menyerap dari bahasa lain. Kita jangan takut untuk menyerap bahas asing ke bahasa Indonesia. Dalam diplomasi budaya, justru Bahasa Indonesia juga bisa diserap oleh negara lain. 
        Jadi Bahasa Indonesia juga bisa jadi penyumbang kosakata bahasa di dunia,” tutur Mahsun seperti dikutip dari situs Kemendikbud.go.id. Ia menambahkan, saat ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud tengah melakukan upaya untuk menambah kosakata Bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa daerah. Hal itu dilakukan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Mahsun mengatakan, Mendikbud Anies Baswedan telah meminta agar kosakata bahasa daerah harus mewarnai bahasa Indonesia. Hal itu ditindaklanjuti oleh Badan Bahasa Kemendikbud dengan melakukan inventarisasi kosakata bahasa daerah. “Sekarang kita punya sekitar 90.000 kosakata dalam Bahasa Indonesia. Ditargetkan pada tahun 2019 akan mencapai 200.000 kosakata,” ungkapnya.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2015/10/28/bahasa-indonesia-menjadi-bahasa-internasional-mampukah


 Bagaiman pengunaan Bahasa Indonesia di daerah terdepan, terpencil, tertinggal? 

             Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Indonesia, bahasa kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Pada hakikatnya, Bahasa Indonesia wajib digunakan dan dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, itulah yang akan mencerminkan Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.
            Banyak masyarakat Indonesia yang berada di daerah terpencil yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia ataupun tidak mengerti Bahasa Indonesia sama sekali. Bahkan, mereka justru memahami dan mengerti bahasa bangsa lain. Sebagai contoh kecil rakyat Indonesia yang bertempet tinggal di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia atau Brunei Darussalam, mereka justru lebih fasih bahkan menggunakan bahasa negara tersebut dari pada menggunakan bahasa kita yaitu bahasa Indonesia. hal ini dikarenakan pemerintah belum terlalu memperhatikan daerah pedalaman tersebut , juga akses teknologi yang kurang menjangkau  daerah tersebut , disertai dengan akses pendidikan yang minim hal ini menyebabkan kuarang berkembangnya bahasa indonesia di daerah pedalaman bahkan mereka sering kali mengunakan bahasa daerah mereka.

A. Faktor – Faktor Penyebab Masyarakat di daerah terdepan, terpencil, tertinggal tidak mengunakan Bahasa indonesia ? 

             Banyak faktor yang mengakibatkan masyarakat terpencil tidak mengerti bahkan tidak paham Bahasa Indonesia, salah satunya adalah letak geografis dan topografi yang sulit dijangkau oleh akses transportasi dan komunikasi. Hal ini menyebabkan publikasi Bahasa Indonesia yang sangat sulit menjangkau daerah mereka. Hal ini diperparah dengan akses pendidikan yang sangat sulit menembus daerah mereka, yang menyebabkan pendidikan bahasa tidak dapat tersampaikan sama sekali.
             Faktor lain yang secara tidak langsung dapat mengakibatkan masyarakat terpencil tidak mengerti bahkan tidak paham Bahasa Indonesia adalah dalam segi kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan daerah terpencil. Hal ini sungguh disayangkan,karena tanpa kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat terpencil Indonesia, semua yang diupayakan oleh masyarakat yang peduli pun menjadi sulit.

B. Solusi yang dapat ditempuh 
            Pemerintah harus memperbaiki akses jalan serta teknologi yang ada di pedalam tersebut, setelah akses jalan dan teknologi tercapai kemudian pemerintah menekankan untuk mengembangkan pendidikan di daerah terpencil tersebut dengan adanya pendidikan disana dapat membuat seluruh warga dan anak-anak dapat mengunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar  dan juga mengerti apa sih makna dari bahasa indonesia itu sendiri. karena setiap warga negara yang baik wajib untuk memiliki sifat yaitu salah satunya menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

  DAFTAR PUSTAKA
Badudu, J.S. 1987. Cakrawala Bahasa II. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar