Sebagai
warga negara yang baik sudah kewajiban kita untuk mencintai tanah air Indonesia
ini dengan setulis hati dan perbuatan kita. Selain itu ,kita juga harus
mencintai tanah air Indonesia ini. Mencintai negara indonesia tidak hanya
sekedar mencintainya begitusaja namu kita juga harus senantiasa
menghargai lambang negara , panacasila, bendera pusaka, dan bahasa
indonesia. sekarang sering kali kita temukan anak remaja lebih mencintai bahasa
asing dibandingkan dengan bahasa indonesia. oleh karena itu, kita dapat
meningkatkan atau melakukan usaha aga anak remaja cinta akan bangsa, bahasa dan
tanah air indonesia
hal-
hal yang dapat ditempuh ialah dengan berapa cara antara lain sebagai berikut :
1. Perlu adanya Edukasi atau pendidikan
Pendidikan dapat membuat anak remaja mencintai bahasa Indonesia hal ini dengan
di ajarkannya pendidikan kewarganegaraan pada anak SD,SMP, dan SMA yang
berkaitan dengan cinta tanah air, bela negara, cinta akan bahasa Indonesia.
selain dalam pelajaran kewarganegaraan juga terdapat pelajaran bahasa indonesia
yang dapat membuat anak-anak bangsa kita mencintai bahasa nasional ini dengan
begitu anak bangsa akan menyukai bahasa indonesia hal ini dikarenakan dalam
pelajaran tersebut terdapat berbagai jenis sastra yaitu berupa dongeng, drama,
puisi, cerpen, dan cerita rakyat yang banyak disenangin anak SD, SMP bahkan SMA
dengan begitu mereka akan merasa senang dengan pelajarannya kemudian mencintai
bahasa indonesia dengan membuat berbagai karya mengunakan bahasa indonesia baik
berupa karya puisi, dongeng, komik , karya ilmiah dan lain-lain
2.
Perlu ditingkatkannya nasionalisme
Cara yang digunakan untuk meningkatkan nasionalisme dengan lebih menekankan
pemerintah harus membuat peraturan yang berkaiatan dengan penggunaan bahasa
indonesia dikalangan pelajar. kita tahu bahwa kebanyakan pelajar sekarang ini
lebih mengemari bahasa asing di banding dengan bahasa Indonesia. hal ini dapat
berakibat fatal jika pemerintah tidak bertidak untuk menghentikannya maka lama
-kelamaan bangsa kita akan dijajah dengan pengaruh budaya asing tersebut
sehingga membuat anak bangsa lebih mencintai bangsa lain dibanding bangsanya
sendiri.
Dalam UUD 1945 Bab XV Pasal 36 tentang Bahasa Negara serta UU RI No. 24 Tahun
2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan,
merupakan dasar utama yang tidak tertolak betapa pentingnya menggunakan bahasa
Indonesia, termasuk pada penamaan tempat-tempat umum dan pada kegiatan-kegiatan
formal. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga terhadap bahasa dan
budayanya. Oleh karena itu, nasionalisme harus dibangun dari kecintaan terhadap
bahasa Indonesia.
Pembangunan di seluruh pelosok negeri ini haruslah berjalan dengan lancar dan realitas. Tidak perlu saling mengumbar jargon, apalagi dengan menggunakan bahasa asing, hanya sekadar suatu daerah mau dinilai lebih dari daerah lainnya. Akan lebih baik jika suatu daerah menjadikan penggunaan bahasa Indonesia pada semua bidang di daerah tersebut, sebagai suatu kebanggaan tersendiri daerah tersebut. Tentu saja tidak termasuk di dalamnya bahwa tidak perlu belajar bahasa asing. karena kita negara Indonesia sebaiknya warga negaranya harus lebih menguasai bahasa indonesia di banding dengan bahasa lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.sekolahdasar.net/2015/01/cinta-bahasa-indonesia-bukti
nasionalisme.html#ixzz4Zhfo1ASX
Apakah Bahasa Indonesia mampu menjadi Bahasa
Internasional?
Bahasa Indonesia saat ini menjadi dipertimbangkan dunia. Bukan semata karena
Indonesia menjadi negara yang berpotensi menjadi pasar, namun juga sebagai
negara yang mulai merangkak naik untuk berperan pada dinamikan internasional.
Wajar bila kemudian muncul wacana bahwa bahasa Indonesia layak untuk menjadi
bahasa Internasional. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kemendikbud mengatakan, tujuan pemerintah menjadikan bahasa Indonesia sebagai
bahasa internasional didukung fakta bahwa banyak bangsa lain yang berminat
mempelajari Bahasa Indonesia.
Sampai saat ini ada 174 pusat pembelajaran bahasa Indonesia yang tersebar di 45
negara. Paling banyak ada di Jepang, yaitu 38 tempat belajar. Di Australia ada
36. Ini membuktikan minat bangsa lain terhadap bahasa Indonesia tinggi,” ujar
Mahsun Rabu (21/10/2015). Mahsun mengatakan, semakin tinggi minat mempelajari
Bahasa Indonesia dari negara lain, berarti semakin banyak yang mengakui
identitas bangsa Indonesia. “Karena bahasa adalah identitas suatu bangsa,”
katanya. Banyak tantangan yang harus diahapi untuk mewujudkan bahasa Indonesia
menjadi bahasa internasional, salah satunya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA) 2015. Namun Mahsun mengatakan, kita tidak perlu tidak perlu khawatir.
Meski sudah ditentukan bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dalam MEA, Bahasa
Indonesia tetap memiliki posisi di lingkungan bahasa dunia. “Di dunia ini tidak
ada bahasa yang murni. Semua bahasa menyerap dari bahasa lain. Kita jangan
takut untuk menyerap bahas asing ke bahasa Indonesia. Dalam diplomasi budaya,
justru Bahasa Indonesia juga bisa diserap oleh negara lain.
Jadi Bahasa Indonesia juga bisa jadi penyumbang kosakata bahasa di dunia,”
tutur Mahsun seperti dikutip dari situs Kemendikbud.go.id. Ia menambahkan, saat
ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud tengah melakukan upaya
untuk menambah kosakata Bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa daerah. Hal
itu dilakukan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Mahsun mengatakan,
Mendikbud Anies Baswedan telah meminta agar kosakata bahasa daerah harus
mewarnai bahasa Indonesia. Hal itu ditindaklanjuti oleh Badan Bahasa
Kemendikbud dengan melakukan inventarisasi kosakata bahasa daerah. “Sekarang
kita punya sekitar 90.000 kosakata dalam Bahasa Indonesia. Ditargetkan pada
tahun 2019 akan mencapai 200.000 kosakata,” ungkapnya.
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2015/10/28/bahasa-indonesia-menjadi-bahasa-internasional-mampukah
Bagaiman pengunaan Bahasa
Indonesia di daerah terdepan, terpencil, tertinggal?
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Indonesia, bahasa kebanggaan seluruh
rakyat Indonesia. Pada hakikatnya, Bahasa Indonesia wajib digunakan dan
dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara, itulah yang akan mencerminkan Bahasa Indonesia sebagai alat
pemersatu bangsa.
Banyak masyarakat Indonesia yang
berada di daerah terpencil yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia
ataupun tidak mengerti Bahasa Indonesia sama sekali. Bahkan, mereka justru
memahami dan mengerti bahasa bangsa lain. Sebagai contoh kecil rakyat Indonesia
yang bertempet tinggal di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia atau
Brunei Darussalam, mereka justru lebih fasih bahkan menggunakan bahasa negara
tersebut dari pada menggunakan bahasa kita yaitu bahasa Indonesia. hal ini
dikarenakan pemerintah belum terlalu memperhatikan daerah pedalaman tersebut ,
juga akses teknologi yang kurang menjangkau daerah tersebut , disertai
dengan akses pendidikan yang minim hal ini menyebabkan kuarang berkembangnya
bahasa indonesia di daerah pedalaman bahkan mereka sering kali mengunakan
bahasa daerah mereka.
A.
Faktor – Faktor Penyebab Masyarakat di daerah terdepan, terpencil, tertinggal
tidak mengunakan Bahasa indonesia ?
Banyak faktor yang mengakibatkan
masyarakat terpencil tidak mengerti bahkan tidak paham Bahasa Indonesia, salah
satunya adalah letak geografis dan topografi yang sulit dijangkau oleh akses
transportasi dan komunikasi. Hal ini menyebabkan publikasi Bahasa Indonesia
yang sangat sulit menjangkau daerah mereka. Hal ini diperparah dengan akses
pendidikan yang sangat sulit menembus daerah mereka, yang menyebabkan
pendidikan bahasa tidak dapat tersampaikan sama sekali.
Faktor lain yang secara tidak langsung dapat mengakibatkan masyarakat terpencil
tidak mengerti bahkan tidak paham Bahasa Indonesia adalah dalam segi kebijakan
pemerintah yang kurang memperhatikan daerah terpencil. Hal ini sungguh
disayangkan,karena tanpa kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh
masyarakat terpencil Indonesia, semua yang diupayakan oleh masyarakat yang
peduli pun menjadi sulit.
B.
Solusi yang dapat ditempuh
Pemerintah harus memperbaiki akses jalan serta teknologi yang ada di pedalam
tersebut, setelah akses jalan dan teknologi tercapai kemudian pemerintah
menekankan untuk mengembangkan pendidikan di daerah terpencil tersebut dengan
adanya pendidikan disana dapat membuat seluruh warga dan anak-anak dapat
mengunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar dan juga mengerti apa
sih makna dari bahasa indonesia itu sendiri. karena setiap warga negara yang
baik wajib untuk memiliki sifat yaitu salah satunya menjunjung tinggi bahasa
persatuan yaitu bahasa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Badudu, J.S. 1987. Cakrawala Bahasa
II. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar